Cara Ternak Lovebird System Koloni

petama dalam pembahasan ini saya ingin menjelaskan sedikit tentang burung lovebird.
Lovebird atau burung cinta merupakan salah satu jenis burung yang mempunyai warna paling indah dan cantik. Maka tak heran, Lovebird sering dikembangbiakkan oleh para penghobi burung hanya untuk mencari warna-warna baru dan langka. Semakin langka warna Lovebird, maka harga jualnya semakin tinggi.
Kendati demikian, pada dasarnya Lovebird hanya terdiri dari sembilan jenis saja, seperti Lovebird Muka Salem (Agapornis roseicollis), Lovebird Topeng (Agapornis personata), Lovebird Nyasa (Agapornis lilianae), Lovebird Pipi Hitam (Agapornis nigrigenis), Lovebird Fischer (Agapornis fischeri), Lovebird Abisinia (Agapornis taranta), Lovebird Madagaskar (Agapornis cana), Lovebird Muka Merah (Agapornis Pullaria), dan Lovebird Kerah Hitam (Agapornis Swinderniana).
Namun, seiring berjalannya waktu, Lovebird sering disilangkan untuk menghasilkan warna mutasi bulu. Beberapa jenis Lovebird yang sering disilangkan untuk menghasilkan warna mutasi antara lain, Lovebird Muka Salem, Lovebird Fischer, dan Lovebird Topeng.
Nantinya, setiap jenis Lovebird tadi akan menghasilkan warna mutasi baru yang beraneka ragam. Seperti halnya, Lovebird Muka Salem dapat menghasilkan banyak varian warna mutasi, di antaranya Lovebird Lutino, Lovebird Australian Cinnamon, Lovebird Biru Pastel, Lovebird Blorok/Pied, dan Lovebird Albino. Sementara, warna mutasi Lovebird Topeng adalah Lovebird Biru, seperti yang dikutip dari Sumber-Burung.
Ada lagi hasil mutasi Lovebird yang lebih mengesankan, yakni Lovebird Parblue (Partial Blue). Lovebird jenis ini tergolong langka dan harganya sangat mahal. Harga Lovebird Parblue yang terlihat cantik dan eksotik bisa dibanderol sebesar Rp 15 juta – Rp 20 juta per ekornya.
Nah, lebih jelasnya, kami akan menunjukkan macam-macam jenis Lovebird tercantik lengkap dengan gambarnya.
1. Lovebird Muka Salem (Agapornis roseicollis)

Lovebird Muka Salem (Wikipedia)
Lovebird Muka Salem (Wikipedia)
Lovebird Muka Salem paling mudah dijumpai di sebelah selatan Afrika, Namibia, dan Angola. Lovebird jenis ini mempunyai postur tubuh yang menawan. Bagian tubuh bagian bawah berwarna hijau kekuningan. Biasanya, bulu dahi dan bagian belakang mata berwarna merah. Lalu, pada bagian pipi, leher, dan dada berwarna pink. Sementara, sayap Lovebird Muka Salem berwarna hijau, tapi bagian ujungnya berwarna kebiruan.
2. Lovebird Topeng (Agapornis personata)

Lovebird Topeng (mascotarios)
Lovebird Topeng (mascotarios)
Sesuai namanya, Lovebird Topeng mempunyai warna gelap di bagian muka. Oleh karena itu, dia dipanggil Lovebird Topeng. Burung ini pertama kali ditemukan di Timur Laut Tanzania dan dibudidayakan pertama kali di Kenya. Lovebird Topeng mempunyai warna dominan hijau. Meski begitu, pada bagian dada biasanya berwarna kuning. Sayangnya, Lovebird jenis ini sangat sulit dibedakan mana jantan dan betina karena keduanya hampir sama.
3. Lovebird Nyasa (Agapornis lilianae)

Lovebird Nyasa (hbw)
Lovebird Nyasa (hbw)
Lovebird Nyasa punya nama panggilan lain, yakni Lovebird Lilian. Burung yang memiliki warna bulu dominan hijau ini bila disilangkan akan menghasilkan warna mutasi yang unik, yaitu Lovebird Biru dan Lovebird Lutino. Kalau Anda tertarik, Anda bisa menemukan banyak Lovebird Nyasa di kawasan Tanzania, Malawi, Mozambik, Zambia tenggara dan Zimbabwe Utara.
4. Lovebird Pipi Hitam (Agapornis nigrigenis)

Lovebird Pipi Hitam (gbif)
Lovebird Pipi Hitam (gbif)
Kalau dilihat sekilas, Lovebird Pipi Hitam hampir sama dengan Lovebird Topeng. Namun, ternyata setelah diamati dengan saksama, yang berwarna hitam hanya bagian pipinya saja. Untuk bagian tubuhnya, hampir keseluruhan berwarna hijau kekuning-kuningan. Burung seperti ini paling suka tinggal di daerah hutan gugur di dekat perairan dan daerah yang banyak memiliki habitat seperti itu adalah Zambia serta air terjun Victoria, Zimbabwe.
5. Lovebird Fischer (Agapornis fischeri)

Lovebird Fischer (wikimedia)
Lovebird Fischer (wikimedia)
Lovebird Fischer pertama kali ditemukan oleh Gustav Fischer yang berasal dari Jerman. Burung ini nampak begitu cerah dengan perpaduan warna merah, orange, kuning, dan hijau. Lovebird Fischer saat ini cukup banyak dijumpai di Indonesia. Namun, kalau Anda mau menemukannya lebih banyak, Anda bisa berkunjung ke habitat asli Lovebird Fischer, yakni di daerah Afrika bagian timur, tengah, selatan, tenggara, dan di danau Victoria Tanzania utara.
6. Lovebird Abisinia (Agapornis taranta)

Lovebird Abisinia (dedandes)
Lovebird Abisinia (dedandes)
Lovebird Abisinia terlihat agak monoton karena hanya memiliki perpaduan dua warna saja, yakni hijau tua dan hitam. Namun, jangan salah, Lovebird Abisinia termasuk Lovebird yang paling besar di antara Lovebird yang lain. Selain itu, yang membuat Lovebird Abisinia menarik adalah warna dahinya yang berwarna orange kemerahan. Habitat asli burung ini terletak di bagian selatan Eritrea sampai barat daya negara Ethiopia.
7. Lovebird Madagaskar (Agapornis cana)

Lovebird Madagaskar (pappagallinelmondo)
Lovebird Madagaskar (pappagallinelmondo)
Kalau Lovebird Abisinia dikenal sebagai Lovebird paling besar, nah sekarang akan kami perkenalkan dengan Lovebird paling kecil, yaitu Lovebird Madagaskar. Sebenarnya, Lovebird Madagaskar bukan burung yang paling kecil. Hanya saja, ukuran tubuhnya relatif lebih kecil jika dibandingkan dengan teman sebayanya. Bobot tubuhnya saja, sekitar 30 gram. Selain itu, jenis Lovebird yang satu ini juga sangat mudah dikenali karena hanya memiliki kombinasi warna hijau dan abu-abu saja. Burung ini sangat sulit ditemukan di Indonesia karena dia tinggalnya di pulau Madagaskar, Afrika.
8. Lovebird Muka Merah (Agapornis Pullaria)

Lovebird Muka Merah (mucumbli)
Lovebird Muka Merah (mucumbli)
Masih ingat dengan Lovebird yang dahinya merah? Nah, kali ini berbeda. Sebab, yang merah bagian mukanya. Mungkin banyak orang menyangka, dia termasuk tipe burung pemalu, namun sebenarnya Lovebird Muka Merah tidak demikian. Sejak lahir bagian muka dan dahinya sudah berwarna merah. Kalau tubuhnya rata-rata berwarna hijau kekuning-kuningan. Populasi Lovebird Muka Merah bisa ditemukan di daerah pesisir pantai Afrika tengah hingga bagian barat Ethiopia.
9. Lovebird Kerah Hitam (Agapornis Swinderniana)

Lovebird Kerah Hitam (suggest-keywords)
Lovebird Kerah Hitam (suggest-keywords)
Lovebird Kerah Hitam termasuk burung Cinta yang langka. Burung ini dapat dikenali dari bagian kerahnya yang berwarna hitam dan lehernya yang berwarna kecoklatan. Namun, yang paling dominan adalah warna hijau. Di samping itu, ukuran tubuhnya hampir sama dengan Lovebird Madagaskar. Meski begitu, tetap saja, yang terkecil adalah Lovebird Madagaskar. Kalau ingin berjumpa dengan Lovebird Kerah Hitam, Anda bisa mengunjungi bagian khatulistiwa negara Afrika.
10. Lovebird Pastel

Lovebird Pastel (kaskus)
Lovebird Pastel (kaskus)
Lovebird Pastel sering kali menjadi burung incaran para penggemar Lovebird. Pasalnya, warna bulunya cenderung lebih kalem atau soft jika dibandingkan dengan yang lain. Bila biasanya warna Lovebird itu hijau tua dan kuning, maka Lovebird Pastel akan tampil dengan warna hijau muda dan kuning muda. Meski begitu, ada Lovebird yang warnanya lebih muda dari Pastel, yakni Dilute. Lovebird jenis Dilute sering disebut dengan Lovebird yang memiliki warna bulu yang telah mencair. Nah, Lovebird Pastel yang paling umum dijumpai di Indonesia antara lain, Lovebird Pastel Ijo (Pasjo), Lovebird Pastel Kuning (Paskun), Lovebird Pastel Biru (Pasblue).
11. Lovebird Cobalt

Lovebird Cobalt (absaustralia)
Lovebird Cobalt (absaustralia)
Lovebird Cobalt lebih dikenal masyarakat dengan Lovebird berwarna biru. Sebab, hampir keseluruhan bagian tubuhnya berwarna biru (telur asin). Hanya bagian kepala hingga leher yang berwarna abu-abu. Namun, ada jenis burung lain yang mirip dengan Lovebird Cobalt, yakni Lovebird Biru Violet. Lovebird jenis ini sama-sama memiliki bulu berwarna biru, hanya saja bagian kepalanya berwarna hitam lengkap dengan kaca mata yang indah. Kemudian bagian leher dan dada Lovebird Biru Violet biasanya berwarna putih.
12. Lovebird Batman

Lovebird Batman (vensbird)
Lovebird Batman (vensbird)
Pernah mendengar jenis Lovebird Batman? Seperti namanya, Lovebird ini memiliki warna yang cenderung gelap yaitu abu-abu dan putih. Meski tidak sepenuhnya berwarna gelap atau hitam, tapi banyak penggemar burung yang menyebutnya Lovebird Batman. Kalau sudah dewasa, Lovebird Batman akan terlihat seperti Batman sungguhan. Pasalnya, bagian sayapnya telah berubah menjadi hitam pekat.
13. Lovebird Merah

Lovebird Merah (omkicau.com)
Lovebird Merah (omkicau.com)
Lovebird Merah merupakan warna mutasi dari Lovebird jenis lain. Sayangnya, untuk mendapatkan Lovebird Merah sangat sulit sekali. Kalaupun ada, tidak semua bulunya berwarna merah. Biasanya, warna merah di bulunya diselingi dengan warna orange, kuning, dan putih. Karena sangat sulit didapat, wajar saja kalau harga Lovebird Merah cukup mahal. Untuk Lovebird Merah yang masih muda biasanya dibanderol sekitar Rp 1 jutaan. Harga segitu untuk Lovebird yang warna merahnya tercampur dengan warna lain atau blorok. Kalau warnanya polos merah, mungkin lebih mahal lagi.
14. Lovebird Albino

Lovebird Albino (youtube)
Lovebird Albino (youtube)
Beberapa dari Anda pasti sudah pernah melihat Lovebird Albino. Ya, Lovebird dengan warna bulu putih polos ini memang cukup unik karena tidak memiliki variasi warna lain. Sebagian orang menyukai burung jenis ini karena terlihat bersih. Lovebird Albino cukup langka di Indonesia, tetapi harganya tidak semahal Lovebird Merah. Kalau harga Lovebird Merah mencapai Rp 1 jutaan ketika masih muda, maka harga Lovebird Albino hanya Rp 700 ribuan saja.
15. Lovebird Olive

Lovebird Olive (anadisenchanted)
Lovebird Olive (anadisenchanted)
Lovebird Olive merupakan salah satu dari tiga jenis Lovebird berwarna hijau. Lovebird warna hijau ada tiga jenis, di antaranya Hijau Standard atau WildColour, Dark Green (Hijau Tua), dan Double Dark Green (DD Green) atau biasa disebut Olive. Jadi, kalau Anda menjumpai Lovebird dengan warna hijau yang sangat tua, sudah pasti itu adalah Lovebird Olive. Bagian warna hijau ini tidak menyelimuti keseluruhan tubuhnya, melainkan hanya bagian dada, sayap, punggung, hingga ujung ekor saja. Untuk kepalanya sendiri, biasanya berwarna orange, kuning, dan pink.
16. Lovebird Parblue

Lovebird Parblue (youtube)
Lovebird Parblue (youtube)
Lovebird Parblue adalah akronim dari kata Partial Blue (sebagian biru). Ini artinya Lovebird Parblue memiliki warna bulu yang sebagian biru, tetapi untuk kepala biasanya cukup kontras dengan warna birunya. Terkadang, warna kepala bisa berwarna kuning, orange, dan putih. Lovebird Parblue pertama kali ditemukan oleh Felix de Valle dari Amerika. Setelah itu, Lovebird Parblue dikembangkan ke daratan Eropa, hingga akhirnya sampai ke Indonesia. Jenis Lovebird Parblue yang paling terkenal di dunia adalah Lovebird Fischer Parblue dan Lovebird Persotana Parblue.
Untuk mencetak Lovebird Parblue, sebenarnya tidak terlalu sulit tapi dana yang dikeluarkan cukup besar. Pasalnya, indukan untuk menghasilkan Lovebird Parblue biasanya mahal. Jika Anda ingin menghasilkan Lovebird Parblue seharga Rp 30 juta, maka Anda harus membeli Lovebird Biola seharga Rp 10 juta dan Lovebird Parblue seharga Rp 10 juta.
Nantinya, kalau Anda beruntung, maka anakannya adalah Lovebird Biola Parblue yang bisa dijual seharga Rp 30 juta. Selain itu, jika Anda ingin mencetak Lovebird Parblue Personata, Anda bisa menyilangkan Lovebird Parblue dengan Lovebird Batman.
17. Lovebird Blorok

Lovebird Blorok (ceriwis)
Lovebird Blorok (ceriwis)
Lovebird Blorok termasuk salah satu jenis Lovebird yang unik. Sebab, warna bulunya tidak selalu memiliki dominan warna tertentu. Warna bulu Lovebird Blorok biasanya semburat antara warna putih dengan warna yang lain. Beberapa jenis Lovebird Blorok adalah Lovebird Parblue Blorok dan Lovebird Merah Blorok. Lovebird jenis ini sangat mudah dikenali karena warnanya terlihat seperti gradasi dari warna-warna yang lain.
Untuk menghasilkan warna Lovebird Blorok, Anda harus menyilangkan jenis Lovebird yang berbeda. Misalnya, menyilangkan Lovebird Lutino dengan Lovebird Dakori. Nantinya, kemungkinan anakan Lovebird yang muncul adalah Lovebird Blorok hijau atau Lovebird Green Series.
18. Lovebird Halfsider

Lovebird Halfsider (1080.plus)
Lovebird Halfsider (1080.plus)
Lovebird Halfsider adalah Lovebird yang paling langka dan sangat sulit dikembangbiakkan. Lovebird jenis ini mempunyai perpaduan warna yang unik, yakni setengah warna putih setengahnya lagi warna kuning. Jadi, kalau dilihat dari samping, seperti terdapat dua ekor burung dalam satu sangkar. Keunikan perpaduan Lovebird Halfsider juga cukup aneh karena berada tepat di tengah-tengah garis tubuhnya. Untuk harga, tak perlu ditanyakan lagi. Bila Lovebird biasa harganya Rp 750 ribu, maka harga Lovebird Halfsider bisa mencapai 20 kali lipat dari harga Lovebird biasa.
19. Lovebird Lutino

Lovebird Lutino (budidaya perawatan)
Lovebird Lutino (budidaya perawatan)
Lovebird Lutino dikenal memiliki warna bulu dominan kuning dan merah. Biasanya, bagian tubuhnya berwarna kuning, sementara bagian kepala berwarna merah atau orange. Burung ini termasuk memiliki nilai jual karena warnanya yang cerah. Lovebird Lutino berusia 2 – 3 bulan dijual seharga Rp 400 ribu, sementara Lovebird Lutino usia 5 – 6 bulan bisa mencapai Rp 700 ribu. Lovebird jenis ini juga sering diikutkan lomba, terutama lomba kecantikan warna dan kicauan.
Jenis Lovebird Lutino sendiri cukup beragam, seperti Lovebird Lutino Golden Cherry (warna kuning, mata gelap), Lovebird Lutino Albino (warna putih, mata merah), Lovebird Lutino (warna kuning mata merah), Lovebird Cinnamon (kecokelatan), dan Lovebird Pied (Bercak-bercak atau blorok).
Untuk mencetak Lovebird Lutino, paling gampang dengan mengawinkan Lovebird pejantan hijau normal dengan Lovebird Lutino betina. Biasanya, kombinasi pasangan Lovebird ini akan memperoleh anakan Lovebird Lutino dengan tingkat akurasi 60 persen pada generasi pertama.
20. Lovebird Australian Cinnamon

Lovebird Australian Cinnamon (tailfeathersnetwork)
Lovebird Australian Cinnamon (tailfeathersnetwork)
Lovebird Australian Cinnamon lebih mirip dengan Lovebird Pastel, di mana warna bulunya lebih soft dan kalem. Namun, bila keduanya disejajarkan, maka yang paling terlihat soft adalah Lovebird Australian Cinnamon. Pasalnya, hampir keseluruhan warna tubuh Lovebird Australian Cinnamon terlihat lebih muda dari warna bulu Lovebird yang lain. Kalau dilihat dari jarak jauh, sepertinya varian warnanya tidak akan terlihat dan lebih jelas terlihat warna putihnya saja.
21. Lovebird Violet

Lovebird Violet (pinterest.com)
Lovebird Violet (pinterest.com)
Lovebird Violet adalah jenis Lovebird yang mengubah warna blue normal di area sponge menjadi warna violet. Lovebird Violet mempunyai factor (penurunan sifat) single (SF) dan Double (Double). Untuk mencetak mutasi warna Lovebird Violet, salah satu indukan harus jenis Lovebird Violet, baik itu jantan maupun betina.
Ciri-ciri Lovebird Violet mempunyai warna bulu biru keunguan atau yang umum disebut Violet. Warna bulu tersebut terlihat di bagian sayap dengan ujung berwarna hitam. Sedangkan, di bagian perut Lovebird berwarna putih, kepalanya dominan hitam, dan paruh putih pucat atau orange tua.
Tak hanya itu, Lovebird Violet mempunyai varian warna lain yang dinamakan Lovebird Pastel Violet. Warna bulu jenis Lovebird ini dominan putih tapi ada warna pastel violet di bagian punggung dan sayapnya. Harga Lovebird Violet dibanderol mulai dari Rp 400 ribu hingga Rp 800 ribu, tergantung daerah dan usianya.
22. Lovebird Biola

Lovebird Biola (instarix.com)
Lovebird Biola (instarix.com)
Salah satu jenis Lovebird yang paling mahal adalah Lovebird Biola atau Opaline Fischeri. Mahalnya harga Lovebird Biola tak lepas dari ketersediaannya yang cukup sulit didapat atau langka. Peternak Lovebird sulit mencetak Lovebird Biola, tapi peminatnya sangat banyak, sehingga harganya menjadi mahal.
Seperti kisah yang dialami Om Lalang, pemilik Pecox Bird Farm (BF) Surabaya. Dua tahun lalu, dia menjual 20 pasang indukan Lovebird Biola dan Parblue sekitar Rp 450 juta. Jadi, setiap pasang Lovebird dibanderol sekitar Rp 22,5 juta. Saat itu, pembelinya Om Ahta menukar rumah 8 x 25 m2 seharga Rp 450 juta dengan 10 pasang Lovebird Biola dan 10 pasang Lovebird Parblue.
Harga Lovebird Biola memang tak main-main. Yang paling murah saja, Lovebird Biola standar dijual seharga Rp 5,5 juta. Kalau warnanya agak unik dan eksotis, bisa naik menjadi Rp 7,5 juta. Bahkan, kini harganya lebih gila lagi karena Lovebird Biola Euwing Split Blue import dari Thailand (usia 4 bulan) mencapai Rp 55 juta, seperti yang dikutip dari Olx.
23. Lovebird Dakocan

Lovebird Dakocan (aboutkenari.blogspot.co.id)
Lovebird Dakocan (aboutkenari.blogspot.co.id)
Lovebird Dakocan terdiri dari lima jenis, yaitu Lovebird Dakocan original, Lovebird Dakocan hijau, Lovebird Dakocan biru, Lovebird Dakocan ungu, dan Lovebird Semi Dakocan. Lovebird yang memiliki nama latin Agapornis Personatus ini biasa disebut Masked Lovebird atau Lovebird bertopeng. Ini dikarenakan muka Lovebird Dakocan yang berwarna gelap seperti topeng.
Lovebird Dakocan berasal dari dataran tinggi pedalaman utara dan tengah Tanzania. Selain itu, Lovebird ini juga banyak dijumpai di Kenya utara dan timur. Lovebird Dakocan sendiri ditemukan pada tahun 1800-an, tetapi tidak ada impor sampai tahun 1920-an.
Ciri-ciri Lovebird Dakocan mempunyai warna tubuh dominan hijau, sebagian warna bulu kepala hitam gelap, dan kerah di leher berwarna kuning. Namun, karena ada mutasi dan perkawinan silang, warna Lovebird Dakocan menjadi bervariasi, seperti Lovebird Dakocan biru dan Lovebird Dakocan ungu. Lalu, untuk harga Lovebird Dakocan (April 2017) mencapai Rp 250 ribu sampai Rp 400 ribu.
24. Lovebird Euwing

Lovebird Euwing (instarix.com)
Lovebird Euwing (instarix.com)
Lovebird Euwing atau Ewing ditemukan pertama kali pada tahun 2004 oleh penangkar Lovebird asal Belanda bernama Piet Verhijde. Dia berhasil mencetak Lovebird Euwing dengan mengawinkan indukan Lovebird Lutino Fischeri dan Lovebird hijau standar atau Lovebird Josan.
Mengapa dinamakan Lovebird Euwing? Sebab, Euwing merupakan singkatan dari Eumelamin dan Wing yang artinya sayap. Jadi, sebenarnya keunikan Lovebird Euwing terletak pada warna sayapnya yang bercorak hitam dan kuning.
Ciri-ciri Lovebird Euwing memiliki perpaduan warna dominan hitam dan kuning. Selain itu, warna bulu dada Lovebird Euwing tereduksi menjadi lebih terang (kuning atau putih) dibandingkan dengan warna galur murninya (Wild Type atau Lovebird Green) dan terjadi peningkatan warna gelap atau hitam (Eumelanin) pada kedua sayapnya sehingga berbentuk huruf “V” pada bulu punggung di antara kedua sayapnya, seperti yang dikatakan oleh Irwan Sentosa.
Ketika Lovebird Euwing ditingkatkan warna gelapnya (Dark Factor) menjadi Dark Euwing (D Euwing) atau Dark Dark Euwing (DD Euwing) maka bulu dada Lovebird Euwing akan lebih kelihatan lebih gelap (tidak cerah). Terakhir, harga Lovebird Euwing diketahui mencapai Rp 1,5 juta sampai Rp 2 juta.
25. Lovebird Import Holland dan Taiwan

Lovebird Import Holland (radjaburung.blogspot.com)
Lovebird Import bisa dari mana saja, tapi yang paling banyak berasal dari Holland atau Belanda dan Taiwan. Biasanya, Lovebird Import ukuran tubuhnya lebih besar dari Lovebird lokal asli Indonesia. Selain itu, warna bulunya lebih bagus dan mengkilat bila dibandingkan dengan Lovebird lokal.
Antara Lovebird Holland dan Lovebird Taiwan, katanya lebih bagus Lovebird Holland, terutama dilihat dari sisi postur tubuh dan warna. Namun, kalau dilihat dari sisi suara, pastinya lebih bagus Lovebird Taiwan. Sebab, suara Lovebird Taiwan lebih gacor, keras, dan panjang. Selain itu, Lovebird Taiwan lebih mudah beradaptasi dengan cuaca di Indonesia dan mental tempurnya bagus.
Itu tadi, beberapa jenis Lovebird tercantik lengkap dengan gambarnya. Mungkin masih banyak varian Lovebird yang tidak tercantum dalam daftar ini. Oleh karena itu, kalau Anda mengetahui varian jenis Lovebird yang lain, silakan ditambahkan melalui kolom komentar. Terima kasih.


nah tadi sudah di jelaskan tentang beberapa dasar dan jenis - jenis lovebird kemudian qta masuk pada pokok tentang Cara Ternak Lovebird System Koloni

hal yag pertama kita siapkan adalah:


  • kandang koloni lovebird, biasanya dan ideal nya kandang koloni lovebird ber ukuran 3mX1mX2,5m.dan terdapat ruanga di mana sinar matahari masuk ke dalam kandang serta sirkulasi udara yang baik.sirkulasi udara yang baik sangat berperan untuk menjaga kesehatan burung yang kita tangkarkan. dan juga tersedia tempat pakan dan minum yang cukup.juga yang harus di perhatikan tangkringan untuk burung bertengger harus tersedia.tidak lupa keamanan kandang dari serangan predator seperti ular tikus dan lain - lain. biasanya kandang ber ukuran ini dapat di huni paling dtidak 60 pasang. berikut saya lampirkan video kandang ternak kolobi PKBF - Putra Kencan Bird Farm. 

PKBF - Putra Kencana Bird Farm

  •  setelah anda dapat menentukan rancangan kandang yang di inginkan maka proses yang kedua adalah mepersiapkan adalah glodok serta bahan sarang. glodok dlh tempat indukan bertelur dan membesarkan anaknya jadi buat lah glodok sesuai dengan kebutuhan anda.serta tak lupa memperhitungkan kenyamanan burung.untuk glodok anda juga bisa membelinya di kios- kios burung terdekat jka tidak memungkin kan untuk anda membuatnya. tak lupa juga berikan sarang lovebird biasa berupa serutn kayu. bahan sarang ini juga banyak di jual di pasaran jadi tak perlu repot-repot dn harganya juga tergolong murah hanya Rp.5000 saja. berikut saya lampirkan video pemberian sarang lovebird dan lovebird yang sedang mengangkut sarang by PKBF - Putra Kencana Bird Farm.


    PKBF - Putra Kencana Bird Farm

    • kemudian hal selanjutnya yang perlu di perhatikan adalah bagai mana cara menjaga kebersihan kandang lovebird yang kita tangkarkan. kandang haruslah tetap bersih agar burung terihndar dari berbagai ancaman penyakit mulai dari cacinga,kutu,snot,parasit,jamur,dll. kandnag harus di bersihkan setidaknya 1 kali sehari serta harus di cucu menngunakan sabun 1 minggu skali  terrutma bagian bawah kandang. serta di semprot dengan desinfektan atau mungkin dengan air sabun. berikut saya lampirkan video cara membersihkan kandang lovebird ala  PKBF-Putra Kencana Bird Farm.

       
       PKBF-Putra Kencana Bird Farm

      • berikan lah pakan yang beragam dan porsinya pun cukup untuk memenuhi kebutuhn koloni lovebird anda seperti canary seedmmilet dn juga extra foofding seperti kanggku,kecambah,tulang sotong dll. juga jangan lupa brikan vitamin agar burung segera produksi, serta dapat menjaga kesehatannya.


        PKBF-Putra Kencana Bird Farm

        • nah jika langkah di atas telah di lakukan dan lovebird mulai menunjukan tanda - tanda memiliki anak. lakukan pengecekan golodok guna mengontrol anakan.jika anda ingin menyapihnya sendiri saya sarankan penen lah anakan di usi 15 s/d 20 hari guna mengurangi resiko gagal loloh/sapih.pada umum nya siklus lovebird memiliki anak skitar 2 bln s/d/3 bln.siapkan lah box baby lovebird yang bisa seperti besek dll atau yang lebih modern dengan cara seperti di bawah ini. nah tak kalah penting lakukan pemasterann sejak dini serta meloloh/menyapih lovebird dengan bubur yang berkualitas serta perhatikan suhu dan kekentalan bubur. lolohh anakan setiap 2 jam skali seiring dengan usia yang bertambah kuraingi intensitas meloloh lovebird.


          PKBF - Putra Kencana Bird Farm

           nah mudah bukan cara berternak lovebird secara koloni artikel berikutnya kita akan membahas kekurangan dan kelebihan berternak lovebird dengan sistem koloni.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar