petama dalam pembahasan ini saya ingin menjelaskan sedikit tentang burung lovebird.
Lovebird atau burung cinta merupakan salah satu jenis burung yang
mempunyai warna paling indah dan cantik. Maka tak heran, Lovebird sering
dikembangbiakkan oleh para penghobi burung hanya untuk mencari
warna-warna baru dan langka. Semakin langka warna Lovebird, maka harga jualnya semakin tinggi.
Kendati demikian, pada dasarnya Lovebird hanya terdiri dari sembilan
jenis saja, seperti Lovebird Muka Salem (Agapornis roseicollis),
Lovebird Topeng (Agapornis personata), Lovebird Nyasa (Agapornis
lilianae), Lovebird Pipi Hitam (Agapornis nigrigenis), Lovebird Fischer
(Agapornis fischeri), Lovebird Abisinia (Agapornis taranta), Lovebird
Madagaskar (Agapornis cana), Lovebird Muka Merah (Agapornis Pullaria),
dan Lovebird Kerah Hitam (Agapornis Swinderniana).
Namun, seiring berjalannya waktu, Lovebird sering disilangkan untuk
menghasilkan warna mutasi bulu. Beberapa jenis Lovebird yang sering
disilangkan untuk menghasilkan warna mutasi antara lain, Lovebird Muka
Salem, Lovebird Fischer, dan Lovebird Topeng.
Nantinya, setiap jenis Lovebird tadi akan menghasilkan warna mutasi
baru yang beraneka ragam. Seperti halnya, Lovebird Muka Salem dapat
menghasilkan banyak varian warna mutasi, di antaranya Lovebird Lutino,
Lovebird Australian Cinnamon, Lovebird Biru Pastel, Lovebird
Blorok/Pied, dan Lovebird Albino. Sementara, warna mutasi Lovebird
Topeng adalah Lovebird Biru, seperti yang dikutip dari Sumber-Burung.
Ada lagi hasil mutasi Lovebird yang lebih mengesankan, yakni Lovebird
Parblue (Partial Blue). Lovebird jenis ini tergolong langka dan
harganya sangat mahal. Harga Lovebird Parblue yang terlihat cantik dan
eksotik bisa dibanderol sebesar Rp 15 juta – Rp 20 juta per ekornya.
Nah, lebih jelasnya, kami akan menunjukkan macam-macam jenis Lovebird tercantik lengkap dengan gambarnya. 1. Lovebird Muka Salem (Agapornis roseicollis)
Lovebird Muka Salem (Wikipedia)
Lovebird Muka Salem paling mudah dijumpai di sebelah selatan Afrika,
Namibia, dan Angola. Lovebird jenis ini mempunyai postur tubuh yang
menawan. Bagian tubuh bagian bawah berwarna hijau kekuningan. Biasanya,
bulu dahi dan bagian belakang mata berwarna merah. Lalu, pada bagian
pipi, leher, dan dada berwarna pink. Sementara, sayap Lovebird Muka
Salem berwarna hijau, tapi bagian ujungnya berwarna kebiruan. 2. Lovebird Topeng (Agapornis personata)
Lovebird Topeng (mascotarios)
Sesuai namanya, Lovebird Topeng mempunyai warna gelap di bagian muka.
Oleh karena itu, dia dipanggil Lovebird Topeng. Burung ini pertama kali
ditemukan di Timur Laut Tanzania dan dibudidayakan pertama kali di
Kenya. Lovebird Topeng mempunyai warna dominan hijau. Meski begitu, pada
bagian dada biasanya berwarna kuning. Sayangnya, Lovebird jenis ini
sangat sulit dibedakan mana jantan dan betina karena keduanya hampir
sama. 3. Lovebird Nyasa (Agapornis lilianae)
Lovebird Nyasa (hbw)
Lovebird Nyasa punya nama panggilan lain, yakni Lovebird Lilian.
Burung yang memiliki warna bulu dominan hijau ini bila disilangkan akan
menghasilkan warna mutasi yang unik, yaitu Lovebird Biru dan Lovebird
Lutino. Kalau Anda tertarik, Anda bisa menemukan banyak Lovebird Nyasa
di kawasan Tanzania, Malawi, Mozambik, Zambia tenggara dan Zimbabwe
Utara. 4. Lovebird Pipi Hitam (Agapornis nigrigenis)
Lovebird Pipi Hitam (gbif)
Kalau dilihat sekilas, Lovebird Pipi Hitam hampir sama dengan
Lovebird Topeng. Namun, ternyata setelah diamati dengan saksama, yang
berwarna hitam hanya bagian pipinya saja. Untuk bagian tubuhnya, hampir
keseluruhan berwarna hijau kekuning-kuningan. Burung seperti ini paling
suka tinggal di daerah hutan gugur di dekat perairan dan daerah yang
banyak memiliki habitat seperti itu adalah Zambia serta air terjun
Victoria, Zimbabwe. 5. Lovebird Fischer (Agapornis fischeri)
Lovebird Fischer (wikimedia)
Lovebird Fischer pertama kali ditemukan oleh Gustav Fischer yang
berasal dari Jerman. Burung ini nampak begitu cerah dengan perpaduan
warna merah, orange, kuning, dan hijau. Lovebird Fischer saat ini cukup
banyak dijumpai di Indonesia. Namun, kalau Anda mau menemukannya lebih
banyak, Anda bisa berkunjung ke habitat asli Lovebird Fischer, yakni di
daerah Afrika bagian timur, tengah, selatan, tenggara, dan di danau
Victoria Tanzania utara. 6. Lovebird Abisinia (Agapornis taranta)
Lovebird Abisinia (dedandes)
Lovebird Abisinia terlihat agak monoton karena hanya memiliki
perpaduan dua warna saja, yakni hijau tua dan hitam. Namun, jangan
salah, Lovebird Abisinia termasuk Lovebird yang paling besar di antara
Lovebird yang lain. Selain itu, yang membuat Lovebird Abisinia menarik
adalah warna dahinya yang berwarna orange kemerahan. Habitat asli burung
ini terletak di bagian selatan Eritrea sampai barat daya negara
Ethiopia. 7. Lovebird Madagaskar (Agapornis cana)
Lovebird Madagaskar (pappagallinelmondo)
Kalau Lovebird Abisinia dikenal sebagai Lovebird paling besar, nah
sekarang akan kami perkenalkan dengan Lovebird paling kecil, yaitu
Lovebird Madagaskar. Sebenarnya, Lovebird Madagaskar bukan burung yang
paling kecil. Hanya saja, ukuran tubuhnya relatif lebih kecil jika
dibandingkan dengan teman sebayanya. Bobot tubuhnya saja, sekitar 30
gram. Selain itu, jenis Lovebird yang satu ini juga sangat mudah
dikenali karena hanya memiliki kombinasi warna hijau dan abu-abu saja.
Burung ini sangat sulit ditemukan di Indonesia karena dia tinggalnya di
pulau Madagaskar, Afrika. 8. Lovebird Muka Merah (Agapornis Pullaria)
Lovebird Muka Merah (mucumbli)
Masih ingat dengan Lovebird yang dahinya merah? Nah, kali ini
berbeda. Sebab, yang merah bagian mukanya. Mungkin banyak orang
menyangka, dia termasuk tipe burung pemalu, namun sebenarnya Lovebird
Muka Merah tidak demikian. Sejak lahir bagian muka dan dahinya sudah
berwarna merah. Kalau tubuhnya rata-rata berwarna hijau
kekuning-kuningan. Populasi Lovebird Muka Merah bisa ditemukan di daerah
pesisir pantai Afrika tengah hingga bagian barat Ethiopia. 9. Lovebird Kerah Hitam (Agapornis Swinderniana)
Lovebird Kerah Hitam (suggest-keywords)
Lovebird Kerah Hitam termasuk burung Cinta yang langka. Burung ini
dapat dikenali dari bagian kerahnya yang berwarna hitam dan lehernya
yang berwarna kecoklatan. Namun, yang paling dominan adalah warna hijau.
Di samping itu, ukuran tubuhnya hampir sama dengan Lovebird Madagaskar.
Meski begitu, tetap saja, yang terkecil adalah Lovebird Madagaskar.
Kalau ingin berjumpa dengan Lovebird Kerah Hitam, Anda bisa mengunjungi
bagian khatulistiwa negara Afrika. 10. Lovebird Pastel
Lovebird Pastel (kaskus)
Lovebird Pastel sering kali menjadi burung incaran para penggemar
Lovebird. Pasalnya, warna bulunya cenderung lebih kalem atau soft jika
dibandingkan dengan yang lain. Bila biasanya warna Lovebird itu hijau
tua dan kuning, maka Lovebird Pastel akan tampil dengan warna hijau muda
dan kuning muda. Meski begitu, ada Lovebird yang warnanya lebih muda
dari Pastel, yakni Dilute. Lovebird jenis Dilute sering disebut dengan
Lovebird yang memiliki warna bulu yang telah mencair. Nah, Lovebird
Pastel yang paling umum dijumpai di Indonesia antara lain, Lovebird
Pastel Ijo (Pasjo), Lovebird Pastel Kuning (Paskun), Lovebird Pastel
Biru (Pasblue). 11. Lovebird Cobalt
Lovebird Cobalt (absaustralia)
Lovebird Cobalt lebih dikenal masyarakat dengan Lovebird berwarna
biru. Sebab, hampir keseluruhan bagian tubuhnya berwarna biru (telur
asin). Hanya bagian kepala hingga leher yang berwarna abu-abu. Namun,
ada jenis burung lain yang mirip dengan Lovebird Cobalt, yakni Lovebird
Biru Violet. Lovebird jenis ini sama-sama memiliki bulu berwarna biru,
hanya saja bagian kepalanya berwarna hitam lengkap dengan kaca mata yang
indah. Kemudian bagian leher dan dada Lovebird Biru Violet biasanya
berwarna putih. 12. Lovebird Batman
Lovebird Batman (vensbird)
Pernah mendengar jenis Lovebird Batman? Seperti namanya, Lovebird ini
memiliki warna yang cenderung gelap yaitu abu-abu dan putih. Meski
tidak sepenuhnya berwarna gelap atau hitam, tapi banyak penggemar burung
yang menyebutnya Lovebird Batman. Kalau sudah dewasa, Lovebird Batman
akan terlihat seperti Batman sungguhan. Pasalnya, bagian sayapnya telah
berubah menjadi hitam pekat. 13. Lovebird Merah
Lovebird Merah (omkicau.com)
Lovebird Merah merupakan warna mutasi dari Lovebird jenis lain.
Sayangnya, untuk mendapatkan Lovebird Merah sangat sulit sekali.
Kalaupun ada, tidak semua bulunya berwarna merah. Biasanya, warna merah
di bulunya diselingi dengan warna orange, kuning, dan putih. Karena
sangat sulit didapat, wajar saja kalau harga Lovebird Merah cukup mahal.
Untuk Lovebird Merah yang masih muda biasanya dibanderol sekitar Rp 1
jutaan. Harga segitu untuk Lovebird yang warna merahnya tercampur dengan
warna lain atau blorok. Kalau warnanya polos merah, mungkin lebih mahal
lagi. 14. Lovebird Albino
Lovebird Albino (youtube)
Beberapa dari Anda pasti sudah pernah melihat Lovebird Albino. Ya,
Lovebird dengan warna bulu putih polos ini memang cukup unik karena
tidak memiliki variasi warna lain. Sebagian orang menyukai burung jenis
ini karena terlihat bersih. Lovebird Albino cukup langka di Indonesia,
tetapi harganya tidak semahal Lovebird Merah. Kalau harga Lovebird Merah
mencapai Rp 1 jutaan ketika masih muda, maka harga Lovebird Albino
hanya Rp 700 ribuan saja. 15. Lovebird Olive
Lovebird Olive (anadisenchanted)
Lovebird Olive merupakan salah satu dari tiga jenis Lovebird berwarna
hijau. Lovebird warna hijau ada tiga jenis, di antaranya Hijau Standard
atau WildColour, Dark Green (Hijau Tua), dan Double Dark Green (DD
Green) atau biasa disebut Olive. Jadi, kalau Anda menjumpai Lovebird
dengan warna hijau yang sangat tua, sudah pasti itu adalah Lovebird
Olive. Bagian warna hijau ini tidak menyelimuti keseluruhan tubuhnya,
melainkan hanya bagian dada, sayap, punggung, hingga ujung ekor saja.
Untuk kepalanya sendiri, biasanya berwarna orange, kuning, dan pink. 16. Lovebird Parblue
Lovebird Parblue (youtube)
Lovebird Parblue adalah akronim dari kata Partial Blue (sebagian
biru). Ini artinya Lovebird Parblue memiliki warna bulu yang sebagian
biru, tetapi untuk kepala biasanya cukup kontras dengan warna birunya.
Terkadang, warna kepala bisa berwarna kuning, orange, dan putih.
Lovebird Parblue pertama kali ditemukan oleh Felix de Valle dari
Amerika. Setelah itu, Lovebird Parblue dikembangkan ke daratan Eropa,
hingga akhirnya sampai ke Indonesia. Jenis Lovebird Parblue yang paling
terkenal di dunia adalah Lovebird Fischer Parblue dan Lovebird Persotana
Parblue.
Untuk mencetak Lovebird Parblue, sebenarnya tidak terlalu sulit tapi
dana yang dikeluarkan cukup besar. Pasalnya, indukan untuk menghasilkan
Lovebird Parblue biasanya mahal. Jika Anda ingin menghasilkan Lovebird
Parblue seharga Rp 30 juta, maka Anda harus membeli Lovebird Biola
seharga Rp 10 juta dan Lovebird Parblue seharga Rp 10 juta.
Nantinya, kalau Anda beruntung, maka anakannya adalah Lovebird Biola
Parblue yang bisa dijual seharga Rp 30 juta. Selain itu, jika Anda ingin
mencetak Lovebird Parblue Personata, Anda bisa menyilangkan Lovebird
Parblue dengan Lovebird Batman. 17. Lovebird Blorok
Lovebird Blorok (ceriwis)
Lovebird Blorok termasuk salah satu jenis Lovebird yang unik. Sebab,
warna bulunya tidak selalu memiliki dominan warna tertentu. Warna bulu
Lovebird Blorok biasanya semburat antara warna putih dengan warna yang
lain. Beberapa jenis Lovebird Blorok adalah Lovebird Parblue Blorok dan
Lovebird Merah Blorok. Lovebird jenis ini sangat mudah dikenali karena
warnanya terlihat seperti gradasi dari warna-warna yang lain.
Untuk menghasilkan warna Lovebird Blorok, Anda harus menyilangkan
jenis Lovebird yang berbeda. Misalnya, menyilangkan Lovebird Lutino
dengan Lovebird Dakori. Nantinya, kemungkinan anakan Lovebird yang
muncul adalah Lovebird Blorok hijau atau Lovebird Green Series. 18. Lovebird Halfsider
Lovebird Halfsider (1080.plus)
Lovebird Halfsider adalah Lovebird yang paling langka dan sangat
sulit dikembangbiakkan. Lovebird jenis ini mempunyai perpaduan warna
yang unik, yakni setengah warna putih setengahnya lagi warna kuning.
Jadi, kalau dilihat dari samping, seperti terdapat dua ekor burung dalam
satu sangkar. Keunikan perpaduan Lovebird Halfsider juga cukup aneh
karena berada tepat di tengah-tengah garis tubuhnya. Untuk harga, tak
perlu ditanyakan lagi. Bila Lovebird biasa harganya Rp 750 ribu, maka
harga Lovebird Halfsider bisa mencapai 20 kali lipat dari harga Lovebird
biasa. 19. Lovebird Lutino
Lovebird Lutino (budidaya perawatan)
Lovebird Lutino dikenal memiliki warna bulu dominan kuning dan merah.
Biasanya, bagian tubuhnya berwarna kuning, sementara bagian kepala
berwarna merah atau orange. Burung ini termasuk memiliki nilai jual
karena warnanya yang cerah. Lovebird Lutino berusia 2 – 3 bulan dijual
seharga Rp 400 ribu, sementara Lovebird Lutino usia 5 – 6 bulan bisa
mencapai Rp 700 ribu. Lovebird jenis ini juga sering diikutkan lomba,
terutama lomba kecantikan warna dan kicauan.
Jenis Lovebird Lutino sendiri cukup beragam, seperti Lovebird Lutino
Golden Cherry (warna kuning, mata gelap), Lovebird Lutino Albino (warna
putih, mata merah), Lovebird Lutino (warna kuning mata merah), Lovebird
Cinnamon (kecokelatan), dan Lovebird Pied (Bercak-bercak atau blorok).
Untuk mencetak Lovebird Lutino, paling gampang dengan mengawinkan
Lovebird pejantan hijau normal dengan Lovebird Lutino betina. Biasanya,
kombinasi pasangan Lovebird ini akan memperoleh anakan Lovebird Lutino
dengan tingkat akurasi 60 persen pada generasi pertama. 20. Lovebird Australian Cinnamon
Lovebird Australian Cinnamon (tailfeathersnetwork)
Lovebird Australian Cinnamon lebih mirip dengan Lovebird Pastel, di
mana warna bulunya lebih soft dan kalem. Namun, bila keduanya
disejajarkan, maka yang paling terlihat soft adalah Lovebird Australian
Cinnamon. Pasalnya, hampir keseluruhan warna tubuh Lovebird Australian
Cinnamon terlihat lebih muda dari warna bulu Lovebird yang lain. Kalau
dilihat dari jarak jauh, sepertinya varian warnanya tidak akan terlihat
dan lebih jelas terlihat warna putihnya saja. 21. Lovebird Violet
Lovebird Violet (pinterest.com)
Lovebird Violet adalah jenis Lovebird yang mengubah warna blue normal
di area sponge menjadi warna violet. Lovebird Violet mempunyai factor
(penurunan sifat) single (SF) dan Double (Double). Untuk mencetak mutasi
warna Lovebird Violet, salah satu indukan harus jenis Lovebird Violet,
baik itu jantan maupun betina.
Ciri-ciri Lovebird Violet mempunyai warna bulu biru keunguan atau
yang umum disebut Violet. Warna bulu tersebut terlihat di bagian sayap
dengan ujung berwarna hitam. Sedangkan, di bagian perut Lovebird
berwarna putih, kepalanya dominan hitam, dan paruh putih pucat atau
orange tua.
Tak hanya itu, Lovebird Violet mempunyai varian warna lain yang
dinamakan Lovebird Pastel Violet. Warna bulu jenis Lovebird ini dominan
putih tapi ada warna pastel violet di bagian punggung dan sayapnya.
Harga Lovebird Violet dibanderol mulai dari Rp 400 ribu hingga Rp 800
ribu, tergantung daerah dan usianya. 22. Lovebird Biola
Lovebird Biola (instarix.com)
Salah satu jenis Lovebird yang paling mahal adalah Lovebird Biola
atau Opaline Fischeri. Mahalnya harga Lovebird Biola tak lepas dari
ketersediaannya yang cukup sulit didapat atau langka. Peternak Lovebird
sulit mencetak Lovebird Biola, tapi peminatnya sangat banyak, sehingga
harganya menjadi mahal.
Seperti kisah yang dialami Om Lalang, pemilik Pecox Bird Farm (BF)
Surabaya. Dua tahun lalu, dia menjual 20 pasang indukan Lovebird Biola
dan Parblue sekitar Rp 450 juta. Jadi, setiap pasang Lovebird dibanderol
sekitar Rp 22,5 juta. Saat itu, pembelinya Om Ahta menukar rumah 8 x 25
m2 seharga Rp 450 juta dengan 10 pasang Lovebird Biola dan 10 pasang
Lovebird Parblue.
Harga Lovebird Biola memang tak main-main. Yang paling murah saja,
Lovebird Biola standar dijual seharga Rp 5,5 juta. Kalau warnanya agak
unik dan eksotis, bisa naik menjadi Rp 7,5 juta. Bahkan, kini harganya
lebih gila lagi karena Lovebird Biola Euwing Split Blue import dari
Thailand (usia 4 bulan) mencapai Rp 55 juta, seperti yang dikutip dari
Olx. 23. Lovebird Dakocan
Lovebird Dakocan (aboutkenari.blogspot.co.id)
Lovebird Dakocan terdiri dari lima jenis, yaitu Lovebird Dakocan
original, Lovebird Dakocan hijau, Lovebird Dakocan biru, Lovebird
Dakocan ungu, dan Lovebird Semi Dakocan. Lovebird yang memiliki nama
latin Agapornis Personatus ini biasa disebut Masked Lovebird atau
Lovebird bertopeng. Ini dikarenakan muka Lovebird Dakocan yang berwarna
gelap seperti topeng.
Lovebird Dakocan berasal dari dataran tinggi pedalaman utara dan
tengah Tanzania. Selain itu, Lovebird ini juga banyak dijumpai di Kenya
utara dan timur. Lovebird Dakocan sendiri ditemukan pada tahun 1800-an,
tetapi tidak ada impor sampai tahun 1920-an.
Ciri-ciri Lovebird Dakocan mempunyai warna tubuh dominan hijau,
sebagian warna bulu kepala hitam gelap, dan kerah di leher berwarna
kuning. Namun, karena ada mutasi dan perkawinan silang, warna Lovebird
Dakocan menjadi bervariasi, seperti Lovebird Dakocan biru dan Lovebird
Dakocan ungu. Lalu, untuk harga Lovebird Dakocan (April 2017) mencapai
Rp 250 ribu sampai Rp 400 ribu. 24. Lovebird Euwing
Lovebird Euwing (instarix.com)
Lovebird Euwing atau Ewing ditemukan pertama kali pada tahun 2004
oleh penangkar Lovebird asal Belanda bernama Piet Verhijde. Dia berhasil
mencetak Lovebird Euwing dengan mengawinkan indukan Lovebird Lutino
Fischeri dan Lovebird hijau standar atau Lovebird Josan.
Mengapa dinamakan Lovebird Euwing? Sebab, Euwing merupakan singkatan
dari Eumelamin dan Wing yang artinya sayap. Jadi, sebenarnya keunikan
Lovebird Euwing terletak pada warna sayapnya yang bercorak hitam dan
kuning.
Ciri-ciri Lovebird Euwing memiliki perpaduan warna dominan hitam dan
kuning. Selain itu, warna bulu dada Lovebird Euwing tereduksi menjadi
lebih terang (kuning atau putih) dibandingkan dengan warna galur
murninya (Wild Type atau Lovebird Green) dan terjadi peningkatan warna
gelap atau hitam (Eumelanin) pada kedua sayapnya sehingga berbentuk
huruf “V” pada bulu punggung di antara kedua sayapnya, seperti yang
dikatakan oleh Irwan Sentosa.
Ketika Lovebird Euwing ditingkatkan warna gelapnya (Dark Factor)
menjadi Dark Euwing (D Euwing) atau Dark Dark Euwing (DD Euwing) maka
bulu dada Lovebird Euwing akan lebih kelihatan lebih gelap (tidak
cerah). Terakhir, harga Lovebird Euwing diketahui mencapai Rp 1,5 juta
sampai Rp 2 juta. 25. Lovebird Import Holland dan Taiwan
Lovebird Import bisa dari mana saja, tapi yang paling banyak berasal
dari Holland atau Belanda dan Taiwan. Biasanya, Lovebird Import ukuran
tubuhnya lebih besar dari Lovebird lokal asli Indonesia. Selain itu,
warna bulunya lebih bagus dan mengkilat bila dibandingkan dengan
Lovebird lokal.
Antara Lovebird Holland dan Lovebird Taiwan, katanya lebih bagus
Lovebird Holland, terutama dilihat dari sisi postur tubuh dan warna.
Namun, kalau dilihat dari sisi suara, pastinya lebih bagus Lovebird
Taiwan. Sebab, suara Lovebird Taiwan lebih gacor, keras, dan panjang.
Selain itu, Lovebird Taiwan lebih mudah beradaptasi dengan cuaca di
Indonesia dan mental tempurnya bagus.
Itu tadi, beberapa jenis Lovebird tercantik lengkap dengan gambarnya.
Mungkin masih banyak varian Lovebird yang tidak tercantum dalam daftar
ini. Oleh karena itu, kalau Anda mengetahui varian jenis Lovebird yang
lain, silakan ditambahkan melalui kolom komentar. Terima kasih.
nah tadi sudah di jelaskan tentang beberapa dasar dan jenis - jenis lovebird kemudian qta masuk pada pokok tentang Cara Ternak Lovebird System Koloni
hal yag pertama kita siapkan adalah:
kandang koloni lovebird, biasanya dan ideal nya kandang koloni lovebird ber ukuran 3mX1mX2,5m.dan terdapat ruanga di mana sinar matahari masuk ke dalam kandang serta sirkulasi udara yang baik.sirkulasi udara yang baik sangat berperan untuk menjaga kesehatan burung yang kita tangkarkan. dan juga tersedia tempat pakan dan minum yang cukup.juga yang harus di perhatikan tangkringan untuk burung bertengger harus tersedia.tidak lupa keamanan kandang dari serangan predator seperti ular tikus dan lain - lain. biasanya kandang ber ukuran ini dapat di huni paling dtidak 60 pasang. berikut saya lampirkan video kandang ternak kolobi PKBF - Putra Kencan Bird Farm.
PKBF - Putra Kencana Bird Farm
setelah anda dapat menentukan rancangan kandang yang di inginkan maka proses yang kedua adalah mepersiapkan adalah glodok serta bahan sarang. glodok dlh tempat indukan bertelur dan membesarkan anaknya jadi buat lah glodok sesuai dengan kebutuhan anda.serta tak lupa memperhitungkan kenyamanan burung.untuk glodok anda juga bisa membelinya di kios- kios burung terdekat jka tidak memungkin kan untuk anda membuatnya. tak lupa juga berikan sarang lovebird biasa berupa serutn kayu. bahan sarang ini juga banyak di jual di pasaran jadi tak perlu repot-repot dn harganya juga tergolong murah hanya Rp.5000 saja. berikut saya lampirkan video pemberian sarang lovebird dan lovebird yang sedang mengangkut sarang by PKBF - Putra Kencana Bird Farm.
PKBF - Putra Kencana Bird Farm
kemudian hal selanjutnya yang perlu di perhatikan adalah bagai mana cara menjaga kebersihan kandang lovebird yang kita tangkarkan. kandang haruslah tetap bersih agar burung terihndar dari berbagai ancaman penyakit mulai dari cacinga,kutu,snot,parasit,jamur,dll. kandnag harus di bersihkan setidaknya 1 kali sehari serta harus di cucu menngunakan sabun 1 minggu skali terrutma bagian bawah kandang. serta di semprot dengan desinfektan atau mungkin dengan air sabun. berikut saya lampirkan video cara membersihkan kandang lovebird ala PKBF-Putra Kencana Bird Farm.
PKBF-Putra Kencana Bird Farm
berikan lah pakan yang beragam dan porsinya pun cukup untuk memenuhi kebutuhn koloni lovebird anda seperti canary seedmmilet dn juga extra foofding seperti kanggku,kecambah,tulang sotong dll. juga jangan lupa brikan vitamin agar burung segera produksi, serta dapat menjaga kesehatannya.
PKBF-Putra Kencana Bird Farm
nah jika langkah di atas telah di lakukan dan lovebird mulai menunjukan tanda - tanda memiliki anak. lakukan pengecekan golodok guna mengontrol anakan.jika anda ingin menyapihnya sendiri saya sarankan penen lah anakan di usi 15 s/d 20 hari guna mengurangi resiko gagal loloh/sapih.pada umum nya siklus lovebird memiliki anak skitar 2 bln s/d/3 bln.siapkan lah box baby lovebird yang bisa seperti besek dll atau yang lebih modern dengan cara seperti di bawah ini. nah tak kalah penting lakukan pemasterann sejak dini serta meloloh/menyapih lovebird dengan bubur yang berkualitas serta perhatikan suhu dan kekentalan bubur. lolohh anakan setiap 2 jam skali seiring dengan usia yang bertambah kuraingi intensitas meloloh lovebird.
PKBF - Putra Kencana Bird Farm
nah mudah bukan cara berternak lovebird secara koloni artikel berikutnya kita akan membahas kekurangan dan kelebihan berternak lovebird dengan sistem koloni.
Pertama-tama yuk kita simak apa sih itu asinan atau yang lebih akrab di panggil tulang sotong atau mungkin istilah bule nya cuttle bone heheeh???
Tulang sotong atau cuttle bone ini sebenarnya bukanlah sebuah tulang melainkan cangkang internal dari sotong, hewan laut sejenis cumi-cumi kecil seperti Cephalopod. Tulang sotong ini biasanya banyak ditemukan dipinggir-pinggir pantai dimana hewan hewan tersebut terdampar akibat laut yang pasang dan tinggal cangkangnya saja yang tersisa. Karena merupakan hewan laut, maka dalam tulang sotong tersebut banyak mengandung kalsium , mineral dan iodum yang sangat dibutuhkan oleh burung dan hewan peliharaan lainnya seperti reptil. namun dalam pembahasan ini kita fokuskan manfaat dan penyajiannya untung Burung.
Tulang sotong ini juga banyak dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan burung akan kalsium,bahkan di gunakan juga dalam campuran pembuatan pasta gigi,kometik,pembetukan pehiasan dll. nah sekedar tau ajah yah mari kembali ke pembahasan pokok kita,pemberian Tulang Sotong / Asinan / Cuttle Bone dapat di berikan pada semua jenis burung yaitu muali dari perkutut, kenari,kacer,murai batu,dll ataupun burung paruh bengkok seperti parkit dan lovebirds. terutama untuk burung yang sedang dikembang biakan atau di tangkarkan, pemberian tulang sotong ini bisa memicu produktivitas dan kesehatan dari telur yang dihasilkan serta bisa mencegah indukan yang sering memakan telur-telurnya sendiri karena kekurangan kalsium. hal ini di sebabkan karena secara alamiah burung akan memakan apa saja untuk memenuhi kebutuhannya termasuk dengan memakan telurnya sendiri untuk memenuhi kebutuhan kalsiumnya.wooooo itu baru sekilas dari manfaat Tulang Sotong / Asinan / Cuttle Bone yuk simak lagi kali ini PKBF-Putra Kencana Bird Farm mau membocorkan sedikit tentang dan cara pemberian atau penyajiannya:
membantu
memenuhi kebutuhan mieral dan kalsium bagi indukan burung yang di
tangkarkan. serta anakan burung yang masih di glodok yang di bantu
indukanya melalu lolohan atau suapan.
membatu / menjaga burung tetap sehat. hal ini di karenakan pencernaan burung semakin meningkat kualitasnya.
menjaga kesehatan burung agar tidak mudah lemas dan tidak membuat burung kehilangan napsu makan.
menguatkan
cangkang telur sehingga tidak mudah retak. Jgn di remeh kan karena
cangkang telur yg retak tidak akan bisa menetas. Keretakan sangat kecil
dan sulit terlihat tampa alat bantu. Jika ada yang sering gagal tetas
atau menetas sedikit mungkin ini jawabanya.
Membantu untuk menjaga burung agar tidak cacingan.
membatu metabolisme tubuh burung dan meningkatkan bakteri baik dalam usus.
meningkatkan gairah kawin sehingga burung.
nah ulang Sotong / Asinan / Cuttle Bone, tidak hanya penting bagi burung yang ingin di tangakarkn lo.... tapi juga penting bagi burung yang di pelihara di sangkar gantung biasa ataupun burung yang di lombakan. nah di samping itu saya akan membagikan bagai mana sih cara penyajian yang benar ulang Sotong / Asinan / Cuttle Bone ini terhadap burung kesayangan kita???
Berikut cara pemberian ulang Sotong / Asinan / Cuttle Bone saya bagi 2 yaitu pemakan serangga dan buah dengan pemakan biji bijian : 1).cara penyajian atau pemberian ulang Sotong / Asinan / Cuttle Bone ke pada burung pemakan serangga / buah. seperti cucak hijau,murai batu,kacer,pleci,dll. uppps canary/kenary sihh pemakan bijian buah dan sayuran tapi canary/kenari ikut cara yang ini juga yah.
ambil tulang sotong yang biasa di jual di jul di pasaran sudah dalam posisi kering
siapkan tutup botol atau sendok makan
korek/serut ulang Sotong / Asinan / Cuttle Bone perlahan hingga menjadi butiran halus
setelah halus campurkan 3gram tulang sotong pada 1 sendok teh kroto segar,dosis bisa di sesuaikan.
pastikan tidak memberi pakan lain kecuali kroto yang sudah di campur dengan ulang Sotong / Asinan / Cuttle Bone habis di makan burung.kemudian setelah habis barulah anda memasukan opakan seperti biasanya.
2.cara penyajian atau pemberian ulang Sotong / Asinan / Cuttle Bone untuk burung pemakan bijian seperti lovebird,falk/parkit australia,parkit dll.
cara sangat mudah cukup beri lubang di tengah - tengah ulang Sotong / Asinan / Cuttle Bone. dengan menggunakan bor/obeng dll.
kaitkan dengan penggantung buah yang biasa di jual di pasar burung atau mungkin cable tis atau bisa juga dengan baut.nah di bawah sya tambahkan video penyajian atau pemberian ulang Sotong / Asinan / Cuttle Bone yang sangat saya sarankan.
Video pengankaran Lovebird PKBF - Putra Kencana Bird Farm Denpasar Bali
Dipasaran kita juga banyak melihat tulang sotong dijual dalam bentuk batangan ataupun yang sudah pecah - pecah saran dari saya belilah sesuai kebutuhan dan peruntukan. karena harga yang pecah - pecah lebih murah sekita Rp.35.000 s/d Rp.45.000 / kgnya sedangkan yang utuh beukuran di atas 20cm berkiisran antara Rp.85.000 s/d Rp.120.000. nah jadi harus cermat yah guna menekan biaya pengeluaran. jika di peruntukan untuk pemakan serrangga atu buah tadi saya sarankan beli yang pecah saja. dan sebaliknya.
nah berikut tips tentang Mafaat Tulang Sotong / Asinan / Cuttle Bone Bagi Burung berikut cara penyajiannya.dokumentasi pemberian pada burung pemakan serangga vido beserta fotonya menyusul yah sebab sedang di kerjakan. terimakasih telah menyimak yuk bantu share supaya banyak kicaumania yang ingin membagikan tips nya.
Cara Paling Efektif Memaster Murai Batu Anakan (TROTOL) di mulai sedini mungkin bahkan burung mulai usia 15 hari pun seharusnya sudah mulai di master.karena di alam liar saat mereka mulai menetas pun sudah mendengar banyak sekali sura burung lainya atau suara dari indukan mereka sendri.namun dalam pemasteran lebih baik agar burung yang ingin di master tidak melihat burung masteran dengan secara lansung cuup suaranya saja yang di perdengarkan. bisa di lakukan pemasteran dengan media electronik atau dengan burung yang asli tergantung dari anda masing.baik ikuti beberapa tips di bawah ini dan kemungkinan murai batu anda cepa gacor.
1. Usia MB anakan yang paling baik untuk dimaster adalah saat berumur 3 minggu. Tetapi jika anda punya MB anakan yang sudah berumur 1-1,5 bulan, bisa dimaster dan belum terlambat.
2. Gunakan suara master master yang halus dan tajam, misalnya serindit, parkit, atau burung lovebird.
3. Pemasteran dilakukan di ruangan tertutup/kamar sendiri. Tujuannya adalah agar MB anakan tidak mendengar suara burung lain selain suara masteran LB, serindit, dan parkit.
4. Tidak perlu memaster dengan banyak suara, cukup 3 saja. Misalnya MB anakan sudah bisa menguasai suara LB, maka saat dewasa kelak ia akan mengeluarkan tembakan yang panjang, rapat, dan berulang- ulang.
5. Pemasteran awal dilakukan selama kurang lebih 1 bulan. Jika sudah berhasil, anda bisa melanjutkan masteran dengan suara cucak jenggot yang lebih kasar.
6. Pemasteran dengan cucak jenggot bisa anda lakukan dengan audio mp3 atau burung CJ yang sudah gacor. Tempatkan 2 ekor CJ gacor dan MB anakan di dalam satu ruangan namun jaraknya jauh. Atau dengan mengerodongnya agar tidak saling melihat. Jadi agar terdengar suara sahut-sahutan CJ.
7. Bisa juga dengan suara kapas tembak jika anda tak punya cucak jenggot.
8. Saat sudah mabung pertama, anda bisa melatih/memaster MB anakan dengan burung cililin yang punya suara kasar, tajam, dan tegas.
9. Setelah Mb anakan sudah bisa meniru suara-suara masteran di atas, anda bisa menambahkan suara masteran lain saat dewasa. Misalnya suara kenari, rio-rio, gereja tarung, atau Jalak Suren.
10. Jika MB anakan sudah menguasai suara-suara masteran yang telah anda berikan, anda bisa menambahkan suara lain secara bertahap.
11. Ingat, cukup 3 suara masteran dalam waktu bersamaan. Baru setelah sudah berhasil anda bisa menambah koleksi suara masteran.
Sobat kicaukan, pernahkah anda membeli
bakalan murai batu? Atau jusru sekarang anda sedang memeliharanya?
Murai batu batu bakalan bisa saja gacor dan jadi jawara asalkan dengan
perawatan dan cara-cara yang tepat. Pada kesempatan ini kami akan
berbagi sedikit tips kepada sobat kicaukan semua tentang cara paling
ampuh agar murai batu/MB bakalan cepat gacor.
Pada dasarnya, untuk memiliki bakalan MB yang gacor dan jawara harus
teliti dalam memilih bakalan MB yang berkualitas bagus. Nah, bagi anda
yang ingin tahu ciri-ciri bakalan MB yang bagus,Bakalan
MB yang bagus akan mempermudah anda dalam membuatnya menjadi gacor.
Begitu juga sebaliknya, jika anda salah memilih bakalan MB maka akan
butuh waktu yang lebih lama untuk jadi gacor, atau bahkan tidak bisa
gacor. Jadi telitilah dalam memilih bakalan MB.
Oke sobat kicaukan, pada dasarnya cara alami agar bakalan MB cepat gacor
ini sudah sangat umum, tetapi alangkah baiknya anda perhatikan
cara-cara berikut ini untuk diambil hal positifnya. Sebenarnya cara
alami untuk membuat MB cepat gacor adalah duplikasi kita pada kehidupan
MB di alam liar. Karena pada intinya MB liar memiliki kebiasaan dan cara
tersendiri dalam menjalani hidupnya, tetapi justru dengan cara alami
itulah MB akan menjadi berkualitas, seperti gacor dan pandai meniru
suara-suara burung lain. Adopsi dari pola hidup MB di alam liar bisa
saja kita terapkan di rumah, agar bakalan MB cepat berkicau/gacor.
Berikut ini beberapa cara alami agar bakalan MB cepat gacor :
1. Gantang/gantung sangkar di sekitar pepohonan, agar MB merasa di alam liar
Meskipun sebenarnya MB di dalam sangkar, tetapi setidaknya MB merasa
nyaman jika digantang di pepohonan. Dengan begitu, kemungkinan MB
bakalan cepat gacor akan semakin besar.
2. Berikan extra food (EF) sesuai dengan pakan MB di alam liar
EF yang kita berikan pada dasarnya adalah makanan utama dari MB sat di
alam liar, jadi alangkah baiknya anda selalu memberikan EF kepada MB
bakalan anda dengan porsi dan jam tertentu. EF yang biasa dimakan MB di
alam antara lain serangga (belalang, jangkrik), cacing, dan kroto.
Cobalah untuk menyediakan beberapa jenis EF untuk mengetahui kesukaan
bakalan MB anda. Jika sudah diketahui kesukaannya, anda bisa
memberikannya setiap hari. Gunakan voer sebagai pakan utamanya, dan
berikan EF sesuai dengan karakter dan kesukaan bakalan MB anda.
3. Gantang MB betina di dekat bakalan MB
Karena di alam liar, MB biasanya ditemani oleh betina-betina yang selalu
ada di dekatnya, bahkan anak-anaknya. Dekatkan MB betina dengan jarak
3-4 meter untuk mengasah birahi dan mentalnya. Bakalan MB jika
didekatkan pada betina akan berusaha menunjukkan kualitas dan
kejantanannya dengan cara berkicau. Jadi anda bisa mencoba cara yang
mudah ini.
4. Jemur bakalan MB setiap pagi
Cara ini juga duplikat dari kehidupan MB di alam liar, karena intinya
adalah agar MB mendapatkan cukup sinar matahari. MB di alam liar selalu
mendapatkan sinar matahari, sehingga menjadi sehat dan tentunya akan
berdampak pada kemampuannya untuk berkicau/gacor. Jemurlah bakalan MB
anda setiap pagi agar mendapatkan cukup sinar matahari, sekitar 2-3 jam
setiap pagi.
Cara-cara membuat MB bakalan agar cepat gacor di atas sebenarnya adalah
hal umum yang tentunya sudah anda lakukan setiap hari dalam merawat MB
anda. Tetapi penekanannya adalah agar bakalan MB anda merasa di alam
liar, dan merasa nyaman sehingga akan lekas gacor. Hanya saja, waktu
yang dibutuhkan untuk membuat bakalan MB gacor lebih lama. Tetapi
yakinlah bahwa hasil yang anda dapatkan akan jauh lebih memuaskan.
Demikian informasi yang dapat kami sampaikan tentang cara alami agar
bakalan murai batu cepat gacor, semoga bermanfaat bagi anda dan terima
kasih telah membaca artikel ini. Simak terus Kicaukan untuk mendapatkan berbagai macam informasi penting seputar dunia burung dan perawatannya. Salam kicau.
Cabe merupakan salah satu komoditas pertanian yang harganya sangat
berfluktuasi. Apalagi menjelang hari-hari besar seperti lebaran, harga
cabe pasti melonjak tinggi. Hal ini yang memancing orang untuk menanam
cabe, baik untuk dijual maupun sekadar untuk persediaan sendiri.
Sayangnya bagi yang tinggal diperkotaan ketersedian lahan untuk bercocok
tanam sangat terbatas. Namun hal ini bisa disiasati dengan menanam cabe
dalam pot atau polybag.
Cara menanam cabe dalam pot atau polybag cukup mudah dilakukan.
Menanam cabe bisa dilakukan baik di dataran tinggi maupun dataran
rendah. Secara umum menanam cabe bisa dilakukan pada ketinggian 0-2000
meter diatas permukaan laut. Suhu optimal bagi tanaman cabe ada pada
kisaran 24-27oC, namun masih bisa tahan terhadap suhu yang lebih dari itu. Sifat tersebut tergantung dari jenis varietas cabe.
Salah satu jenis cabe yang cocok untuk ditanam di pekarangan adalah
cabe kerting. Jenis ini relatif lebih tahan terhadap iklim tropis dan
rasanya pedas banyak disukai di pasaran. Berikut ini kami paparkan
tentang cara menanam cabe keriting dalam polybag.
Pemilihan benih
Di pasaran banyak macam varietas cabe keriting, mulai dari hibrida
hingga varietas lokal. Cara menanam cabe lokal dan hibrida tidak
mempunyai perbedaan yang berarti. Hanya saja beberapa cabe hibrida
dianjurkan dirawat dengan produk-produk obat-obatan tertentu. Varietas
hibrida banyak didatangkan dari Taiwan dan Thailand, sedangkan varietas
lokal banyak ditanam di Rembang, Kudus, hingga Tanah Karo, Sumatera
Utara.
Saat ini terdapat varietas lokal hasil seleksi, produktivitasnya pun
lebih baik daripada varietas lokal tanpa seleksi. Benihnya dijual dalam
kemasan kaleng seperti tampar yang diproduksi Sang Hyang Sri.
Dari segi teknis, cara menanam cabe keriting lokal lebih sederhana dan
anti ribet dibanding cara menanam cabe hibrida. Cabe lokal lebih adaptif
dengan kondidi lingkungan dibanding cabe hibrida. Hanya saja
produktivitasnya masih kalah dari hibrida.
Penyemaian benih
Cara menanam cabe dalam polybag sebaiknya tidak langsung dilakukan
dari benih atau biji. Pertama-tama benih cabe harus disemaikan terlebih
dahulu. Proses penyemaian ini gunanya untuk menyeleksi pertumbuhan
benih, memisahkan benih yang tumbuhnya kerdil, cacat atau berpenyakit.
Selain itu juga untuk menunggu kesiapan bibit sampai cukup tahan ditanam
di tempat yang lebih besar.
Tempat persemaian bisa berupa polybag ukuran kecil (8×9 cm), daun pisang, baki (tray) persemaian, atau petakan tanah. UCara yang paling ekonomis adalah dengan menyiapkan petakan tanah untuk media persemaian.
Buat petakan tanah dengan ukuran secukupnya, campurkan kompos dengan
tanah lalu aduk hingga rata. Butiran tanah dibuat sehalus mungkin agar
perakaran bisa menembusnya dengan mudah. Buat ketebalan petakan tersebut
5-10 cm, diatasnya buat larikan dengan jarak 10 cm.
Masukkan benih cabe dalam larikan dengan jarak 7,5 cm kemudian siram
untuk membasahi tanah dan tutup dengan abu atau tanah. Setelah itu tutup
dengan karung goni basah selama 3-4 hari, pertahankan agar karung goni
tetap basah. Pada hari ke-4 akan muncul bibit dari permukaan tanah,
kemudian buka karung goni. Sebaiknya petakan ditudungi dengan plastik
transparan untuk melindungi bibit cabe yang masih kecil dari panas
berlebih dan siraman air hujan langsung. Tanaman cabe siap dipindahkan
ke polybag besar setelah berumur 3-4 minggu, atau tanaman telah
mempunyai 3-4 helai daun.
Penyiapan media tanam
Pilih polybag yang berukuran diatas 30 cm, agar media tanam cukup
kuat menopang pertumbuhan tanaman cabe yang rimbun. Selain polybag, bisa
juga digunakan pot dari jenis plastik, semen, tanah, atau keramik. Atau
bisa juga menggunakan wadah-wadah bekas yang tidak terpakai lagi, beri
lubang pada dasar wadah untuk saluran drainase.
Cara menanam cabe dalam polybag bisa menggunakan media tanam dari
campuran tanah, kompos, pupuk kandang, sekam padi, arang sekam, dan
lain-lainnya.
Beberapa contoh komposisi media tanam diantaranya adalah (1) Campuran
tanah dengan kompos dengan komposisi 2:1, (2) Campuran tanah, pupuk
kandang, dan arang sekam dengan komposisi 1:1:1, atau (3) Campuran tanah
dan pupuk kandang dengan komposisi 2:1. Apabila menggunakan pupuk
kandang, sebaiknya pilih pupuk yang telah matang.
Buat media tanam sehalus mungkin dengan cara mengayaknya. Campurkan
sekitar 3 sendok NPK dalam setiap polybag. Aduk hingga campuran tersebut
benar-benar rata. Lapisi bagian dalam polybag dengan sabut kelapa,
pecahan genteng, atau pecahan styrofoam. Gunanya agar air tidak menggenangi daerah perakaran tanaman.
Pemindahan bibit
Setelah bibit tanaman dan media tanam siap, pindahkan bibit tanaman
cabe dari tempat persemaian kedalam polybag. Lakukan pekerjaan ini saat
pagi hari atau sore hari, dimana matahari tidak terlalu terik untuk
menghindari stres pada tanaman.
Lakukan pemindahan bibit dengan hati-hati, jangan sampai terjadi
kerusakan pada perakaran tanaman. Buat lubang tanam pada polybag sedalam
5-7 cm. Apabila persemaian dilakukan di atas polybag atau daun pisang,
copot polybag dan daun pisang lalu masukan seluruh tanah dalam tempat
persemaian kedalam lubang tanam. Apabila persemaian dilakukan di atas
petak tanah atau tray, pindahkan dengan tanah yang menempel pada
perakaran dan masukkan kedalam lubang tanam.
Pemeliharaan dan perawatan
Pemupukan, berikan pemupukan tambahan dengan dosis satu
sendok makan NPK per polybag setiap bulannya. Atau apabila ingin menanam
cabe secara organik, sebagai gantinya semprotkan pupuk organik cair
pada masa pertumbuhan daun dan pertumbuhan buah. Tambahkan satu kepal
kompos atau pupuk kandang kambing pada saat tanaman mau berbuah.
Penyiraman, tanaman cabe sebaiknya disiram sekurang-kurangnya 3 hari sekali. Apabila matahari bersinar terik, siram tanaman setiap hari.
Pengajiran, setelah tanaman cabe tumbuh sekitar 20 cm, berikan ajir bambu. Ajir ini berguna untuk menopang tanaman agar berdiri tegak.
Perompesan, tunas-tunas muda yang tumbuh di ketiak daun
sebaiknya dihilangkan (dirompes). Perompesan dimulai pada hari ke-20
setelah tanam, perompesan biasanya dilakukan tiga kali hingga
terbentuknya cabang. Gunanya agar tanaman tidak tumbuh kesamping ketika
batang belum terlalu kuat menopang.
Hama dan penyakit, penggunaan pestisida sebaiknya hanya
dilakukan apabila tanaman terlihat terserang hama atau sakit. Apabila
terlihat ada hama putih semprot dengan pestida, bila terlihat ada bakal
ulat semprot dengan insektisida secukupnya, kalau terlihat jamur gunakan
fungisida. Untuk bercocok tanam cabe organik gunakan pestisida alami.
Pemanenan
Umur cabe dari mulai tanam hingga panen bervariasi tergantung jenis
varietas dan lingkungan. Masa panen terbaik adalah saat buah belum
sepenuhnya berwarna merah, masih ada garis hijaunya. Buah seperti ini
sudah masuk bobot yang optimal dan buah cabe masih bisa tahan 2-3 hari
sebelum terjual oleh pedagang di pasar. Waktu panen sebaiknya dilakukan
pada pagi hari setelah embun kering. Hindari waktu panen pada malam dan
siang hari.
Tutorial cara menanam cabe ini cocok diterapkan pada pertanian
sekala kecil atau lahan pekarangan. Bisa diterapkan juga untuk pertanian
vertikultur atau urban farming. Semoga bermanfaat.
Siklus masa mabung pada burung
antara 12-15bulan..lebih dari itu bermasalah..! lihat kondisi burung,
bulu kusam atau mabung nyulam. pada dasarnya kalau mau mabungin burung
usahakan dalam keadaan diam(kurang gacor) pangkas EFnya..
Semprot sampai lepek dengan santan kelapa tua,jangan dikredong lihat
sore harinya.apa bila belum ada bulu kasar/halus yg jatuh ulangi
keesokan paginya.
Biasanya dalam 3 hari ada blu yg jatuh, hari ke 4 semprot dengan air
hangat.angin2kan kemudian Krodong brung dalam keadaan terik matahari
panas basahi kain krodongan hingga benar2basah (istilahnya mandi sauna)
lihat perkembangan sore harinya..terapkan mandi sauna hingga terlihat
ada bulu yg jatuh.
Kalau ada bulu yg jatuh terapkan mabung extrim...??
1.Ganti pur dng pur ayam 512.
2. full kerodong
3.stop EFnya...tujuan agar burung tidak gacor lagi biar lebih bnyk diam dan tenang
4.taburi bekatul/dedak di bawah kandang lapisi koran..
5.jauhkan dri suara burung yg dominan kencang dan nyaring beri vitamin di minumannya...
Dalam masa mabung, jangan dipindah-pindahkan kandangya biar 1tempat aja..!!
NB: Usahakan jgn dimandikan kira2 sepekan, biar keinginan mandinya
sangat besar, kemudian semprot dng air santan kelapa tua..(karena air
santan terasa panas dan lengket maka dng sendirinya si kacer akan
mendidis dan terlepas bulu kasarnya(sayap).
\Cara Ke Dua :
Pada beberapa kacer yang mengalami tingkat stres pada bulu, akibat
pemberian extra fooding yang jor-joran, dengan maksud meningkatkan
performa burung. Tapi apa daya, sesaat memang burung bertambah fight,
tapi efek lain berdampak pada bulu burung yang semakin kusam dan pada
saat seharusnya burung memasuki ganti bulu, ternyata sang burung kacer
tidak berganti bulu, bahkan performa burung pun semakin menurun.
Kadang-kadang burung kacer pun jadi agak malas bunyi. Bahkan
kadang-kadang timbul perilaku aneh seperti mematuk bulu ekor dan
lain-lain.
Dalam keadaan seperti ini, si pemilik burung biasanya mencoba berbagai
macam obat-obatan perontok bulu, awalnya beberapa helai burung terlihat
seperti hendak rontok, tapi tetap saja burung tidak mau rontok bulu,
dan berganti dengan bulu baru. Alhasil, si pemilik pun berniat menjual
burung nya dengan harga "obral". Sayang kan, apabila seandainya itu
adalah burung bagus, atau burung prestasi.
Beberapa orang teman, pernah mengalami hal semacam ini, dan ada yang
berhasil dan banyak juga yang gagal dan berakhir terjualnya si burung ke
orang lain. Tapi, apa yang terjadi, begitu pindah tangan ke orang lain,
ternyata si burung mau rontok bulu, dan kembali menjadi burung yang
bagus dan berprestasi. Hal ini tentu menjadi penyesalan bagi si pemilik
burung pertamanya.
Jadi bagaimana ?
Ini ada pengalaman seorang teman, mungkin berhasil, mungkin juga tidak, tapi bisa dicoba, kan ?
Burung Kacer seorang teman, pernah mengalami tidak mau berganti bulu
selama hampir 2 tahun. Di bagian leher dan dada, sampai botak tidak mau
tumbuh bulu. Menurutnya, akibat pemberian ulat hongkong dan ulat kandang
yang berlebihan. Awal pemberian ulat hongkong dan ulat kandang, burung
sangat fight, dan selalu mendapat hasil yang memuaskan di setiap even
lomba burung, tapi 1 tahun terakhir, burung tidak kerja maksimal,
mungkin akibat kondisi bulu yang parah, sehingga burung di even lomba,
hanya berbunyi sekedarnya, dan pulang tanpa hasil apa-apa.
Setelah mencoba beberapa resep dari orang, dan ternyata tidak berhasil
juga. Upaya terakhir, akhirnya mencoba dengan cara mengganti pakan
burungnya, yang tadinya bermerek bagus, menjadi pakan ala kadarnya,
yaitu memberi BR 1 (sejenis pakan ayam). Dan sangkar burung dikerodong
dengan kain agak gelap, dan menggantungnya di ruangan yang beratap seng.
Dengan tidak memberi extra fooding apapun pada si burung, hanya
memberikan sebuah bak kecil dalam sangkar serta pakan BR 1. Burung pun
dibiarkan tanpa dirawat apa-apa, dan sangkar jangan dibersihkan. Agak kejam ya! .
Burung sekali-sekali dilihat, apa makanannya masih ada atau tidak. Hal
ini memakan waktu selama 1 atau 2 bulan. Pada suatu pagi, teman saya
mengintip burungnya dari bawah kerodong, ternyata bulu-bulu sang burung
sudah rontok total, dan setumpuk bulu burung sangat banyak di lantai
sangkar.
Ternyata si burung, akhirnya berganti bulu juga, yang tentunya hal ini
membuat senang teman saya. Sebulan kemudian, si burung kacer pun telah
memiliki bulu baru, terlihat cerah dan mengkilat, dan tentunya siap
dirawat kembali, seperti semula.
Setelah itu perawatan pun, kembali dengan mengatur pola makanan yang
baik, memandikan dalam keramba, extra fooding yang normal. jangkrik 2
pagi dan 2 sore, serta kroto bersih secukupnya setiap hari.
Tulisan di atas berdasarkan pengalaman seorang teman.
Berhasil atau tidaknya tentunya mungkin berbeda pada setiap burung
kacer. Tapi mungkin bagi teman kicauan yang sudah putus asa terhadap
burungnya yang tidak mau rontok bulu, hal ini mungkin bisa dicoba.